Senin, Januari 26, 2026
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
  • Redaksi
  • Legalitas
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
LensaBorneo.com
Advertisement
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
No Result
View All Result
Lensaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Opini & Publik
Ketua FJPI Kaltim Try Wahyuni : Pentingnya Peran Perempuan Dalam Mengatasi Berita Hoax

Ketua FJPI Kaltim Try Wahyuni : Pentingnya Peran Perempuan Dalam Mengatasi Berita Hoax

20/08/2023
in Kominfo Kaltim

Lensaborneo.com — “Merdeka tanpa Hoax” tema dalam talk show yang diusung FJPI (Forum Jurnalis Perempuan Indonesia) Kaltim bekerjasama dengan Diskominfo Kaltim dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-78, pada Jumat (18/08/2023).bertempat di Hotel Puri Senyiur.

Dengan menghadirkan narasumber yang terdiri dari Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, Ketua Bapemperda (Badan Badan Pembuatan Peraturan Daerah) DPRD Kaltim Rusman Yaqub, Ketua FJPI Kaltim Tri Wahyuni dan Marga Rahayu, anggota FJPI sekaligus Reporter RRI Kaltim. Semuanya berbicara mengenai pentingnya melawan berita hoax dalam rangka membangun kemerdekaan yang sejati.

Tri Wahyuni, sebagai Ketua FJFI Kaltim, turut membahas dampak dari hoax dalam lingkup perempuan. Ia menggarisbawahi bagaimana berita palsu dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap perempuan, serta mendorong stereotip dan diskriminasi gender.

“Kita para perempuan, harus mendukung upaya untuk menghadirkan kesadaran kolektif tentang pentingnya mengatasi hoax yang berkaitan dengan isu-isu perempuan, serta mengampanyekan informasi yang benar dan mendukung hak-hak perempuan,” tegas Yuni, sapaan akrabnya.

“Wartawan juga harus profesional dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik dengan berpedoman kepada UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Soal berita hoax yang disebarkan media massa, saya kira media yang benar-benar kredibel akan berpikir ulang untuk ikut menyebarkan hoax,” tambahnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kaltim dan Ketua Bapemperda DPRD Kaltim, juga Rusman Yaqub, memfokuskan pembahasannya pada masalah hoax dalam konteks pemilihan umum. Yang kata Rusman penyebaran informasi palsu dapat merusak integritas demokrasi dan memberikan dampak negatif pada proses pemilihan.

“Memang sejatinya perlu ada penekanan dan informasi untuk pendidikan di masyarakat tentang cara mengenali dan menghindari berita palsu serta upayanya yang harus dilakukan bersama dalam menjaga transparansi dalam pemilihan mendatang,” ucap Rusman saat sesi talk show.

Sedangkan M Faisal, Kepala Diskominfo Kaltim, membahas bagaimana hoax bisa mempengaruhi lingkungan di era digital saat ini. Ia mengungkapkan upaya yang telah dilakukan oleh Diskominfo Kaltim dalam mengedukasi masyarakat mengenai bahaya hoax melalui berbagai kampanye dan program.

“Jadi memang, sangat penting adanya kerja sama antara pihak berwenang dan media dalam memerangi penyebaran hoax serta menjaga informasi yang akurat dan dapat dipercaya,” pungkasnya.

Acara talk show ini mendapat sambutan positif dari sekitar 100 undangan yang hadir, termasuk perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam UINSI, HPMS IAT UINSI, HPMS MPI UINSI, STIKES WHS, FPJI, Wanita Islam Prov. Kaltim dan Muslimat.

Mereka mengakui pentingnya penanggulangan hoax dalam membangun masyarakat yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi yang mereka konsumsi dengan melakukan deklarasi anti hoax. (Or/hms/Adv)


Berita Terkait

ASKOMPSI Dengan ADLGA 2025 Hasilkan 15 Provokator Digital Berhadiah ke Korea.

Ketua Umum KORMI Dampingi Ibu Wagub Kaltim Buka  Festival Olahraga Masyarakat FORDESWITA di Desa Wisata Derawan 2025

Share244Tweet153
Previous Post

Wujudkan Indonesia Maju,  Partai Gelora Kaltim Deklarasi Dukung  Prabowo  Subianto  Sebagai Capres 2024

Next Post

Warga Balikpapan Timur Akan Miliki Rumah Sakit dan SMP Negeri

Next Post
Warga Balikpapan Timur Akan Miliki Rumah Sakit dan SMP Negeri

Warga Balikpapan Timur Akan Miliki Rumah Sakit dan SMP Negeri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1117409
Users Today : 1772
Users Yesterday : 1808
Total Users : 1117409
Total views : 5813901
Who's Online : 24

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
  • Legalitas
  • Berita Daerah
  • Nasional
  • Popular

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved