Jakarta,Lensaborneo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (KPwBI Kaltim) turut memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah daerah melalui partisipasi dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Keikutsertaan ini diwujudkan dengan menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) produk halal, desainer fesyen, serta pesantren unggulan untuk memperkenalkan potensi ekonomi syariah Kalimantan Timur ke pasar yang lebih luas.
Partisipasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan promosi produk lokal, memperluas jejaring usaha, membuka akses pasar, serta mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui ajang berskala nasional dan internasional ini, pelaku usaha dan lembaga ekonomi syariah daerah memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan produk sekaligus menjajaki peluang kerja sama dengan calon mitra usaha.
Pada sektor produk halal, KPwBI Kaltim menghadirkan lima UMKM, yakni Qisbelin, Abon Jaya Mandiri & Snack, Sekatup Teh Gaharu, Osadha Nusantara, dan Samarinda Nest.
Beragam produk yang ditampilkan mencerminkan potensi dan kreativitas pelaku usaha lokal dalam mengembangkan produk bernilai tambah. Kehadiran UMKM tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk unggulan Kalimantan Timur sekaligus membuka peluang pemasaran dan kemitraan yang lebih luas.
Penguatan ekonomi syariah daerah juga dilakukan melalui sektor modest fashion. Tiga desainer asal Kalimantan Timur, yaitu You. Eky, Anisdhya, dan Ratie, berpartisipasi dalam peragaan busana Indonesia International Modest Fashion (IN2MF).
Keikutsertaan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kreativitas, karakter, dan keunikan karya fesyen daerah kepada pasar yang lebih luas.
Selain memperkuat promosi, partisipasi dalam IN2MF diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi bagi para desainer, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan produk fesyen yang kompetitif dan memiliki nilai tambah. Dengan demikian, sektor modest fashion dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis prinsip syariah di Kalimantan Timur.
Sementara itu, dari sektor pemberdayaan ekonomi pesantren, Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah turut memperkenalkan potensi usaha unggulannya melalui program transformasi UMKM, pesantren, dan rantai nilai halal. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi produktif pesantren sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan kegiatan usaha yang berkelanjutan.
Penguatan kapasitas ekonomi pesantren diharapkan dapat mendukung kemandirian kelembagaan, mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki, serta meningkatkan peran pesantren dalam rantai nilai halal. Dengan dukungan ekosistem usaha yang semakin terintegrasi, pesantren berpeluang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat berbasis komunitas.
Partisipasi KPwBI Kaltim dalam ISEF 2026 sejalan dengan upaya memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah. Pengembangan sektor produk halal, modest fashion, dan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
Melalui partisipasi ini, Bank Indonesia terus mendorong agar potensi ekonomi syariah Kalimantan Timur tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu menjangkau pasar nasional dan internasional. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi syariah, memperluas manfaat bagi masyarakat, serta mendukung terwujudnya ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.( Adv/Hms BI)
sumber press rilis












Users Today : 689
Users Yesterday : 1001
Total Users : 1508854
Total views : 7188108
Who's Online : 10