Lensaborneo.com, Samarinda –– Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengukuhkan 39 anggota Dewan Pengurus Wilayah Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kaltim masa bakti 2022-2027 bertempat di Pendopo Odah Etam, Senin (10/10/2022).
Isran Noor dalam sambutannya mengatakan, penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam sarana komunikasi dan informasi pengetahuan dan teknologi pertanian. Dengan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani yang berwawasan luas, unggul, profesional, mandiri dan sejahtera.
“Penyuluh pertanian membantu petani dan para pengusaha dalam meningkatkan produktivitas hasil usahanya,” ucapnya.

Isran juga menyampaikan, program dan kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian untuk mencapai target swasembada padi, target hasil peternakan, perikanan, perkebunan, dan lainnya. Kerja keras ini hendaknya melibatkan seluruh anggota Perhiptani sebagai mitra pemerintah.
“Kebutuhan pangan akan semakin meningkat, sehingga harus serta dibarengi dengan persiapan. Dukungan pemerintah juga sangat dibutuhkan untuk memperkuat kedaulatan pangan,” sambungnya.
Dalam kesempatan tersebut, Isran juga mengatakan Isran juga menghimbau pengurus dapat memberikan perhatian dalam rencana pembangunan ibu kota negara (IKN).
Isran mengimbau masyarakat dapat mengantisipasi kondisi ekonomi global. Ekonomi yang masih belum stabil, ujarnya, akan berdampak langsung pada masyarakat. Gubernur juga mengatakan, para pengamat ahli memprediksi adanya 65 negara yang akan jatuh miskin akibat gejolak ekonomi dan pandemic covid-19.
Isran menyampaikan, Indonesia memiliki banyak jenis produk pangan yang dapat di produksi. Dengan kondisi kondisi iklim yang ada di Indonesia dengan tingkat kelembaban yang mencapai 80 persen dapat menjadi sumber kehidupan dan menghasilkan uap air yang turun ke bumi.
“Kaltim sendiri memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah,” sambungnya.
Isran menyampaikan, salah satu kendala yang muncul dalam produksi pertanian adalah pengurangan luas area pertanian. Pada zaman Presiden Soeharto, Indonesia bahkan menerima penghargaan dari Food Agricultural Organization (FAO) sebagai negara penghasil beras dalam swasembada beras.
“Produksi beras yang tidak dapat maksimal dilakukan karena lahannya digunakan untuk pembangunan industri dan pemukiman,” ucapnya.
Isran berharap, dengan dilantiknya pengurus DPW Perhiptani dapat menjalankan dan menghidupkan organisasi yang berperan maksimal dalam upaya mendukung pembangunan pertanian di Kaltim. Pembentukan koperasi pertanian menjadi wadah dalam meningkatkan ekonomi warga,
“Koperasi kecil bila bergerak terus akan menjadi besar. Dengan mengolah produk pertanian menjadi bahan pangan pada unit materi koperasi,” pungkasnya. (Ria/YL/advkominfokaltim)







Users Today : 1595
Users Yesterday : 1808
Total Users : 1117232
Total views : 5813375
Who's Online : 11