Sabtu, Februari 14, 2026
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
  • Redaksi
  • Legalitas
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
LensaBorneo.com
Advertisement
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
No Result
View All Result
Lensaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Opini & Publik
Multatuli dan Banten: Jejak Sejarah yang Tak Terpisahkan

Multatuli dan Banten: Jejak Sejarah yang Tak Terpisahkan

07/02/2026
in Nasional

Banten,Lensaborneo.com– Multatuli dan Banten Jejak Sejarah yang Tak terpisahkan Nama Multatuli kembali menjadi sorotan ketika jejak perjuangannya di Lebak, Banten, diangkat sebagai bagian penting sejarah perlawanan terhadap kolonialisme. Multatuli, atau Eduard Douwes Dekker, lahir 2 Maret 1820 di Amsterdam, datang ke Lebak tahun 1856 sebagai Asisten Residen dan menyaksikan langsung penindasan rakyat oleh pejabat lokal yang dilindungi pemerintah kolonial. Di jelas kasub penerangan Meseum ,pada Jumat 6 Februari 2026.kunjungan SMSI Se Indonesia dalam rangka HPN ( Hari Pers Nasional )

Upayanya membela rakyat justru berujung pemecatan, namun dari pengalaman itu lahirlah karya monumental Max Havelaar yang mengguncang Eropa dan membuka mata dunia terhadap kerasnya praktik kolonial di Hindia Belanda.

Sementara itu, sejarah Banten mencatat kejayaan Kesultanan Banten sejak berdiri pada 1526 oleh Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjadi pusat perdagangan lada internasional dan kekuatan maritim besar di Nusantara.

Meski akhirnya runtuh akibat tekanan VOC dan konflik internal, semangat perlawanan rakyat Banten tetap hidup, di antaranya melalui peristiwa heroik Geger Cilegon 1888.

Jejak Multatuli dan sejarah panjang Kesultanan Banten kini menjadi bagian penting identitas Banten sebagai daerah dengan warisan perjuangan, perlawanan, dan kejayaan maritim. (or)


Berita Terkait

Ketua Umum SMSI Silaturahmi di Pendopo Bupati Serang Sambut HPN 2026

BI Gelar Capacity Building Bersama Wartawan Ekonomi Kaltim di Lombok

Share197Tweet123
Previous Post

Kualitas Air Perumdam Tirta Kencana Samarinda Menurun Akibat Air Bangai

Next Post

Ketua Umum SMSI Silaturahmi di Pendopo Bupati Serang Sambut HPN 2026

Next Post
Ketua Umum SMSI Silaturahmi di Pendopo Bupati Serang Sambut HPN 2026

Ketua Umum SMSI Silaturahmi di Pendopo Bupati Serang Sambut HPN 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1166460
Users Today : 912
Users Yesterday : 1352
Total Users : 1166460
Total views : 5943988
Who's Online : 10

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
  • Legalitas
  • Berita Daerah
  • Nasional
  • Popular

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved