Banten,Lensaborneo.com– Multatuli dan Banten Jejak Sejarah yang Tak terpisahkan Nama Multatuli kembali menjadi sorotan ketika jejak perjuangannya di Lebak, Banten, diangkat sebagai bagian penting sejarah perlawanan terhadap kolonialisme. Multatuli, atau Eduard Douwes Dekker, lahir 2 Maret 1820 di Amsterdam, datang ke Lebak tahun 1856 sebagai Asisten Residen dan menyaksikan langsung penindasan rakyat oleh pejabat lokal yang dilindungi pemerintah kolonial. Di jelas kasub penerangan Meseum ,pada Jumat 6 Februari 2026.kunjungan SMSI Se Indonesia dalam rangka HPN ( Hari Pers Nasional )
Upayanya membela rakyat justru berujung pemecatan, namun dari pengalaman itu lahirlah karya monumental Max Havelaar yang mengguncang Eropa dan membuka mata dunia terhadap kerasnya praktik kolonial di Hindia Belanda.
Sementara itu, sejarah Banten mencatat kejayaan Kesultanan Banten sejak berdiri pada 1526 oleh Maulana Hasanuddin, putra Sunan Gunung Jati. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, Banten menjadi pusat perdagangan lada internasional dan kekuatan maritim besar di Nusantara.
Meski akhirnya runtuh akibat tekanan VOC dan konflik internal, semangat perlawanan rakyat Banten tetap hidup, di antaranya melalui peristiwa heroik Geger Cilegon 1888.
Jejak Multatuli dan sejarah panjang Kesultanan Banten kini menjadi bagian penting identitas Banten sebagai daerah dengan warisan perjuangan, perlawanan, dan kejayaan maritim. (or)







Users Today : 912
Users Yesterday : 1352
Total Users : 1166460
Total views : 5943988
Who's Online : 10