Samarinda– Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vanandza, menyoroti persoalan pemakaman di Kota Tepian yang dinilainya masih belum ideal, terutama bagi warga berpenghasilan rendah. Ia meminta Pemerintah Kota Samarinda memastikan lahan pemakaman yang disediakan benar-benar layak, gratis, dan mudah diakses masyarakat.
“Kalau bisa, lahan dari pemerintah itu diberikan gratis sampai proses pemakaman selesai. Jangan sampai masyarakat cuma dikasih tanah, tapi harus gali dan ratakan sendiri, bahkan akses jalannya rusak,” ujar Vanandza (20/6/2025).
Selain fasilitas pemakaman umum, Vanandza juga menyinggung praktik pemakaman swasta yang kerap membebani warga dengan tarif tinggi. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan masukan agar pengelola lahan swasta mempertimbangkan aspek keadilan dan kemampuan ekonomi masyarakat.
“Silakan saja mereka cari untung, tapi jangan sampai tarifnya mencekik. Warga kita ini kondisi ekonominya beda-beda. Jangan sampai karena tak mampu bayar, warga tidak mendapat tempat pemakaman yang layak,” tegas politisi muda tersebut.
Vanandza menyebut, DPRD saat ini bersama Pemkot tengah membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang sistem dan pengelolaan pemakaman di Samarinda. Regulasi ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang atas beragam persoalan lahan dan biaya pemakaman.
“Kami sedang bahas ranperda-nya. Harapannya aturan ini bisa mengakomodasi kebutuhan warga dari semua lapisan,” kata dia.
Ia juga berharap Panitia Khusus (Pansus) yang sudah dibentuk bisa bekerja maksimal dalam tiga hingga enam bulan ke depan, agar hasilnya benar-benar menyentuh persoalan di lapangan.
“Kami ingin pemakaman yang disediakan itu lengkap, dari fasilitas hingga akses jalan. Bukan cuma lahan kosong,” pungkasnya. (Adv/or)







Users Today : 831
Users Yesterday : 1818
Total Users : 1135653
Total views : 5867741
Who's Online : 23