JAKARTA — Sinergi kebijakan, penguatan inovasi, serta pengembangan talenta digital dinilai menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. Hal ini di sampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Jajang Hermawan melalui press rilisnya kepada sejumlah media. pada Senin ( 28/09/2026).
Penyelenggaraan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) berlangsung pada 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), dan Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”, kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pelaku industri, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekosistem digital nasional. Transformasi digital tidak hanya membutuhkan dukungan teknologi dan
dikatakan Jajang, Sinergi tersebut memperkuat keterkaitan antara stabilitas harga, digitalisasi daerah, dan peningkatan kualitas tata kelola sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Penguatan konektivitas digital antarnegara menjadi salah satu capaian penting FEKDI x IFSE 2026 melalui inisiasi konektivitas QRIS Antarnegara Indonesia–Hong Kong dan Indonesia–Timor Leste, serta penguatan inisiatif Indonesia Travel Pack untuk mendukung kemudahan transaksi wisatawan mancanegara.
Hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara dan mencatatkan 17,8 juta transaksi inbound senilai Rp6,20 triliun serta 5 juta transaksi outbound senilai Rp1,85 triliun.
Ekosistem Digital Kalimantan Timur Terus Menguat
Di Kalimantan Timur, semangat FEKDI x IFSE 2026 sejalan dengan penguatan ekosistem digital daerah melalui sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), serta pengembangan sistem pembayaran digital. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas transaksi pemerintah sekaligus memperluas pemanfaatan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Penguatan digitalisasi juga tercermin pada perkembangan transaksi nontunai masyarakat. Pada Juli 2026, akseptasi QRIS di Kalimantan Timur terus meluas dengan jumlah pengguna mencapai 975 ribu atau tumbuh 19% (yoy) dan jumlah merchant mencapai 902 ribu atau tumbuh 35% (yoy).
Jumlah pengguna dan merchant tersebut masing-masing memberikan kontribusi sebesar 29% dan 26% terhadap total akseptasi QRIS di Kalimantan. Selain itu, transaksi uang elektronik tumbuh kuat sebesar 58% (yoy) dan menyumbang 34% terhadap total transaksi uang elektronik se-Kalimantan.
Capaian digitalisasi Kaltim semakin diperkuat melalui prestasi Tim QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) Kalimantan Timur, BAJET, yang berhasil meraih Juara I QJI 2026 Wilayah Kalimantan. QJI menjadi salah satu rangkaian FEKDI x IFSE 2026 yang mendorong keterlibatan generasi muda dalam memperluas literasi dan akseptasi pembayaran digital sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner nusantara melalui konten digital kreatif. Prestasi tersebut mencerminkan peran talenta muda Kalimantan Timur dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital sekaligus mengangkat potensi kuliner dan ekonomi kreatif daerah.
sumber Pres Rilis Humas BI Kaltim













Users Today : 1117
Users Yesterday : 1118
Total Users : 1470944
Total views : 7048761
Who's Online : 22