Minggu, Januari 25, 2026
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
  • Redaksi
  • Legalitas
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
LensaBorneo.com
Advertisement
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
No Result
View All Result
Lensaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Opini & Publik
Jaga Lonjakan Inflasi Pemkot Samarinda Lakukan Rapat Teknis Pengendalian Inflasi

Jaga Lonjakan Inflasi Pemkot Samarinda Lakukan Rapat Teknis Pengendalian Inflasi

27/02/2023
in Advertorial, Kominfo Samarinda

Samarinda,Lensaborneo.com—Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi dan perangkatnya melakukan rapat pembahasan teknisnya untuk merumuskan pengendaliannya agar tak mengalami lonjakan, pada hari Senin (27/2/2023).

Wawali Rusmadi mengatakan, saat ini perlu rumusan aksi untuk penguatan sistem intervensi bahan pokok. Khususnya kata dia kepada 23 komoditas yang rentan menjadi pemicu angka inflasi.

“Karena arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah jelas, tugas kita di daerah untuk mengendalikan dan menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok yang saat sekarang menjadi pemicu inflasi, seperti Beras, Cabai Merah, Minyak Goreng dan Bawang Merah,”kata Wawali.

Caranya urai dia, dengan berpedoman pada ‘4 K’ yang perlu untuk diperhatikan. Dimana K pertama sebut Wawali Ketersediaan pasokan pangan, disini menurut dia pemerintah melalui OPD terkait harus bisa memastikan pasokan bahan pangan terjamin aman ketersediaannya melalui kerjasama bisnis to bisnis dengan daerah penghasil.

Kedua, Keterjangkauan harga. Caranya dengan melakukan subsidi ongkos angkut terhadap barang-barang yang rentan bergejolak harga karena permintaan yang tinggi, selain rutin untuk melakukan operasi pasar.

“Ketiga Kelancaran distribusi, Disini Dinas Perhubungan harus bisa memastikan transportasi pengantar barang kebutuhan pokok yang masuk ke Samarinda aman termasuk perkembangan cuacanya. Dan terakhir Komunikasi yang efektif, Dinas Perdagangan harus rajin men-up date terhadap perkembangan harga kebutuhan pangan dan pokok di pasaran ,”ungkapnya.

Selain ia menginginkan, masing-masing OPD di lingkungan Pemkot Samarinda bisa menyampaikan program aksi yang tak hanya dibiayai oleh APBD saja melainkan juga kerjasama dengan distributor.

Ia minta pekan depan program rencana aksi tadi bisa dilaporkan, agar Bagian Ekonomi di Sekretariat Kota Samarinda bisa merumuskan program tersebut dengan mengkompilasikan dengan dinas lain.

“Seperti program aksi Operasi pasar murah yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan setiap Minggu pertama dan Minggu ketiga setiap bulan melalui mobil inflasinya di 22 Kelurahan, serta rencana operasi pasar ikan murah yang digelar di pasar tradisional Segiri dan pasar Pagi. Belum lagi operasi pasar pangan di 10 Kecamatan tanggal 7 Maret

juga perlu untuk dilaporkan agar bisa dikombinasikan dengan OPD lain “pintanya.

Sebelumnya, dihari yang sama melalui virtual, rapat pengendalian inflasi yang digelar Kemendagri RI bersama kepala daerah se Indonesia, Menteri Muhamad Tito Carnavian mengatakan agar Pemerintah Provinsi, Kota dan Kabupaten bisa mengidentifikasi masalah daerahnya masing-masing terkait bergejolaknya masalah harga pangan dan pokok.

Ia juga meminta Gubernur, bisa membantu kabupaten maupun kota yang angka inflasinya masih tinggi. Bantuan tadi bisa berupa keuangan maupun kebijakan.

“Dan Kabupaten-Kota yang bisa menekan angka inflasinya selama tiga bulan berturut-turut juga harus diberikan rewards oleh Pemprov. Jujur sampai hari ini saya masih menemukann provinsi yg belum menggelar rapat atau pertemuan dengan Kabupaten -kota untuk membahas pengendalian inflasi di daerahnya. Padahal masalah inflasi ini berkaitan dengan perut rakyat,”kata Tito pagi itu.(ch/don’t/Adv)


Berita Terkait

Perumda Tirta Kencana Samarinda Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Air Minum

BI Kaltim Bertemu Media, Paparkan Ekonomi Terkini

Share208Tweet130
Previous Post

Abdulloh Menanggapi Mosi Dengan Santai.

Next Post

Walikota Samarinda Tinjau  Tanah Longsor di Perumahan Korem

Next Post
Walikota Samarinda Tinjau  Tanah Longsor di Perumahan Korem

Walikota Samarinda Tinjau  Tanah Longsor di Perumahan Korem

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1115872
Users Today : 234
Users Yesterday : 1808
Total Users : 1115871
Total views : 5807720
Who's Online : 18

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
  • Legalitas
  • Berita Daerah
  • Nasional
  • Popular

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved