Senin, Februari 23, 2026
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
  • Redaksi
  • Legalitas
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
LensaBorneo.com
Advertisement
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
No Result
View All Result
Lensaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Opini & Publik
Antrean Panjang RS Khusus Pengguna BPJS Disorot Komisi IV DPRD Samarinda

Anggota DPRD Samarinda Deni Anwar

Antrean Panjang RS Khusus Pengguna BPJS Disorot Komisi IV DPRD Samarinda

26/07/2024
in Advertorial, DPRD Samarinda

Lensaborneo.com- Rumah Sakit Abdul Moeis Samarinda, yang berada di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, mendapat sorotan terkait antrean panjang yang harus dialami warga, terutama mereka yang menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Antrean panjang ini dikeluhkan oleh warga yang harus menunggu dari pagi hingga sore hari untuk mendapatkan pelayanan konseling atau pengobatan. Mereka bahkan harus menunggu hingga 3-4 jam hanya untuk mendapatkan obat.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengakui bahwa masalah ini sudah lama terjadi dan meminta pihak rumah sakit untuk segera memperbaiki sistem pelayanannya.

“RS terkait perlu melakukan inovasi agar masyarakat tidak harus menunggu lama,” ujar Deni.

Selain itu, Deni juga menyoroti masalah insentif bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Abdul Moeis.

Ia menilai bahwa insentif yang diberikan saat ini kurang memadai dan pembayarannya terlalu lama, yang berdampak pada kinerja tenaga kesehatan.

“Permasalahan insentif ini harus segera diatasi. Pembayaran yang baru dilakukan empat bulan kemudian sangat tidak ideal dan mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan,” pungkasnya. (Liz/adv)


Berita Terkait

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Resmi Buka SERAMBI 2026

PERESMIAN LIMA IPA, LANGKAH NYATA MENUJU 100 PERSEN PELAYANAN AIR BERSIH 2029

Share198Tweet124
Previous Post

Ketua KPU Samarinda : Jumat Gaji Pantarlih Mulai di Cairkan  

Next Post

Sri Puji Astuti: Sosialisasi Kurang Efektif Atasi Kompleksitas Persoalan Narkotika

Next Post
Dampak Negatif Game Terhadap Anak, Sri Puji: Orang Tua Harus Aktif Awasi

Sri Puji Astuti: Sosialisasi Kurang Efektif Atasi Kompleksitas Persoalan Narkotika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1178575
Users Today : 738
Users Yesterday : 1182
Total Users : 1178575
Total views : 5983378
Who's Online : 16

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
  • Legalitas
  • Berita Daerah
  • Nasional
  • Popular

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved