Jogjakarta,Lensaborneo.com — Sejumlah wartawan di Kalimantan Timur mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur, pada ( Kamis 17/09/2026) di Jogjakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman jurnalis mengenai ekonomi, kebijakan Bank Indonesia, serta potensi pemberitaan ekonomi syariah di daerah.
Dalam kegiatan peserta mendapatkan pembekalan mengenai etika jurnalisme ekonomi dalam mengomunikasikan kebijakan, sekaligus menggali berbagai potensi pemberitaan terkait ekonomi syariah. Pembahasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan jurnalis dalam mengolah informasi ekonomi dan menyampaikannya kepada masyarakat secara akurat, utuh, dan mudah dipahami.
Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan Bank Indonesia sekaligus membantu membangun pemahaman dan ekspektasi masyarakat terhadap perkembangan ekonomi. Karena itu, penyajian informasi ekonomi melalui pemberitaan perlu dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan konteks dan data yang relevan.
Salah satu contohnya adalah pemberitaan mengenai pengendalian inflasi. Informasi mengenai perkembangan harga dan ketersediaan pangan yang disajikan secara akurat dan berimbang dapat membantu masyarakat memahami kondisi perekonomian serta menyikapi perubahan harga dengan lebih tepat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jajang Hermawan, melalui Bayuadi Hardiyanto Deputi Kepala Perwakilan BI Kaltim mengatakan, pemberitaan ekonomi yang informatif juga diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahpahaman di tengah masyarakat. Dengan informasi yang lengkap dan memiliki konteks yang jelas, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai perkembangan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain ekonomi secara umum, ekonomi syariah juga menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi untuk mendukung pengembangan perekonomian Kalimantan Timur. Sejumlah aspek dapat menjadi ruang pemberitaan, antara lain pengembangan UMKM halal, penguatan ekonomi pesantren, serta pemanfaatan zakat dan wakaf untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif.
Penguatan pemahaman mengenai ekonomi syariah di kalangan jurnalis diharapkan dapat memperkaya sudut pandang media dalam menggali berbagai manfaat, peluang, dan perkembangan sektor tersebut.
Media juga diharapkan mampu mengemas isu ekonomi syariah secara menarik sekaligus tetap mengedepankan akurasi dan prinsip-prinsip jurnalistik.
Melalui kegiatan Training of Trainers ini, sinergi antara Bank Indonesia dan media diharapkan semakin erat dalam menghadirkan informasi ekonomi yang berkualitas bagi masyarakat. ( Or/Shr)












Users Today : 31
Users Yesterday : 1214
Total Users : 1458176
Total views : 6982334
Who's Online : 11