Lensaborneo.com, Samarinda – Bermulakan di tahun 2022, Pasar Rakyat Beluluq Lingau (eks Pasar Dayak) berhasil dibangun tepat waktu dan diresmikan langsung oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun, di Jalan PM Noor Kota Samarinda, Rabu (8/2).

Telan anggaran Rp6,3 miliar, sekitar bulan maret atau april tahun 2023 ini Pasar Rakyat Beluluq Lingau akan kembali ditingkatkan dengan kisaran dana kurang lebih Rp2 miliar. Wali Kota Andi Harun mengatakan bahwa ke depan pasar ini juga akan dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Kita ingin mencontohkan bahwa kita bisa memiliki pasar yang bersih, sebagai alat untuk melakukan penyehatan dan pembersihan air limbah, selama ini pasar-pasar itu limbahnya selalu mengasar ke drainase dan sungai, akibatnya sungai tercemar karena tidak ada IPAL,”jelas Andi Harun
Kata Andi Harun pasar ini nantinya terbagi menjadi 100 lapak dan ditempati oleh 70 pedagang. Ia berkomitmen untuk menambah jumlah tersebut apabila masih terdapat pedagang yang ingin bergabung.
“Prinsipnya, semakin banyak lapak dan pedagang, maka akan semakin meningkatkan perekonomian Kota Samarinda. Apabila masih ada pedagang diluar 70 pedagang, berminat ikut masuk kesini, saya sudah berkomitmen jika itu dibutuhkan akan kita tambah,“ungkapnya
Tak hanya ditempati oleh pedagang eks Pasar Dayak, Pasar Rakyat yang baru diresmikan ini juga ditempati oleh pedagang Pasar Subuh Jalan Yos Sudarso, Karang Mumus.
“Kebijakan Pemkot Samarinda merelokasi dua pasar tersebut merupakan salah satu upaya menata kota samarinda,”jelasya. Sementara, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Marnabas menambahkan, perlahan Pasar Rakyat ini akan dikelola denga baik hingga menjadi Pasar SNI.
“Mudah-mudahan kedepannya kita bisa kembangkan lagi. Saya berharap pasar ini bisa menjadi ikon Kota Samarinda dengan menjual pernak pernik khas dayak,” tandasnya.(Liz/Adv/kominfosamarinda).
Editor : Ony








Users Today : 401
Users Yesterday : 1658
Total Users : 1080043
Total views : 5696090
Who's Online : 17