KUTAI TIMUR – Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur Awang Amir menuturkan, untuk program nilai tukar petani pihaknya bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menjelang akhir tahun 2022, ternyata masih ada program yang dimiliki oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur yang belum terlaksana, yaitu, nilai tukar petani dan rencana pangan dan gizi. Rencananya, program ini akan diluncurkan pada bulan Desember 2022.
“Nilai Tukar Petani (NTP) sendiri adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib),” jelas Awang Amir pada Kamis (17/11/2022).
NTP juga merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan.NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
“Yang pertama program yang akan kita luncurkan pada bulan Desember ini adalah NTP atau nilai tukar petani, dalam hal ini kita bekerjasama dengan BPS,” tuturnya.
Program yang kedua adalah Rencana Pangan dan Gizi yang berarti tentang program serta kegiatan di bidang pangan dan gizi guna mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Menurut Awang pihaknya akan berkolaborasi dengan sejumlah OPD terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan yang lainnya.
“Yang kedua adalah Rencana Program Pangan dan Gizi.Dalam pelaksanaannya, kami bekerja sama dan berkolaborasi dengan sejumlah OPD terkait, utamanya untuk mencegah stunting,” ucapnya.
Ia berharap, program ini bisa diluncurkan tepat waktu dan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat.(adv/kominfokutim)








Users Today : 1862
Users Yesterday : 2807
Total Users : 1253010
Total views : 6236104
Who's Online : 12