Balikpapan, Lensaborneo.com –Komisi IV DPRD Balikpapan adakan sidak ke RS Pertamina Balikpapan untuk mengecek langsung aduan masyarakat pada Selasa ( 17 /01/2023).
Meskipun sempat membantah Direktur Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) M Noor Khairuddin akhirnya mengakui adanya permintaan uang 10 Juta kepada keluarga pasien bernama Sutrisno, warga kurang mampu yang tinggal di RT 019,Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).
Permintaan uang sebesar 10 juta dikatakan Khairuddin dihadapan sejumlah anggota Komisi IV DPRD Balikpapan saat melaksanakan Inspeksi Mendadak (Sidak).
Pengakuan itu juga dibenarkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ardiansyah SH diruang kerjanya dihadapan sejumlah awak media.
“Ya awalnya dia (Khairuddin,red) tidak mengakui adanya permintaan uang 10 juta, tapi akhirnya ketika kita tegaskan kembali, akhirnya diakui adanya permintaan itu,” tutur Ardiansyah.
“Tadi sudah kita lihat sendiri, dia mengakui bahwa permintaan uang itu untuk biaya dimasukan keruang perawatan, artinya kalau tidak membayar, maka tidak dilakukan perawatan. Seharusnya tanpa uang 10 juta harus tetap dilakukan perawatan terlebih dahulu,” sambungnya.
Ardiansyah meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Balikpapan. Apabila kartu jaminan kesehatan warga dalam keadaan tidak aktif, maka harus terlebih dahulu dilakukan tindakan.
“Kita berharap tidak ada lagi nyawa melayang akibat hal-hal seperti itu,” harapnya.
“Tadi kan sudah disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Sugianto, kalau BPJS Kesehatannya tidak aktif ada waktu 3 X 24 Jam untuk melakukan pengaktifan kembali,” tutupnya.( Lik/Adv/dprdbalikpapan).
Editor : Redaksi02









Users Today : 427
Users Yesterday : 2179
Total Users : 1253754
Total views : 6238885
Who's Online : 7