Samarinda,Lensaborneo.com – Kondisi inflasi di Kalimantan Timur pada April 2026 tercatat tetap terjaga dan menunjukkan tren yang lebih stabil dibandingkan bulan sebelumnya. Setelah mengalami peningkatan selama periode Ramadan dan Lebaran, tekanan harga mulai mereda seiring normalisasi aktivitas konsumsi masyarakat.
Berdasarkan data terkini, kelompok bahan makanan yang sebelumnya menjadi penyumbang utama inflasi mulai mengalami penurunan harga. Komoditas seperti cabai, daging ayam ras, dan telur ayam berangsur turun setelah sempat melonjak akibat tingginya permintaan saat hari besar keagamaan.Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jajang Hermawan melalui press rilis kepada media ini pada Senin ( 04/05/2026)
Dikatakan secara umum, tekanan inflasi April 2026 terutama disumbangkan oleh kelompok transportasi, seiring penyesuaian harga pada komoditas pemeliharaan/servis, bensin, dan tarif angkutan udara, sejalan dengan penyesuaian harga kelompok BBM (nonsubsidi dan avtur) serta kebutuhan peremajaan angkutan pasca momen mudik Lebaran. Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut menyumbang inflasi, terutama dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar rumah tangga (Gas LPG 3 kg). Kondisi tersebut mencerminkan proses normalisasi aktivitas ekonomi pasca HBKN, di mana mobilitas masyarakat dan kebutuhan layanan transportasi masih relatif tinggi, sementara penyesuaian harga energi turut memengaruhi biaya operasional.
Di sisi lain, tekanan inflasi juga tertahan oleh deflasi pada komponen Volatile Foods yang tercatat -0,47% (mtm), mencerminkan mulai meredanya tekanan harga pangan pasca HBKN seiring membaiknya pasokan dan normalisasi permintaan. Selain itu, deflasi juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya seiring penurunan harga beberapa komoditas pada kelompok tersebut. Berdasarkan komoditas, inflasi April 2026 terutama dipengaruhi oleh tomat, semangka, minyak goreng, pemeliharaan/servis, dan bawang merah, sementara komoditas yang menahan inflasi antara lain daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, ikan layang/benggol, dan kacang panjang.
Selain itu, distribusi barang yang kembali lancar turut membantu menjaga kestabilan harga di berbagai daerah di Kalimantan Timur. Perbaikan rantai pasok serta cuaca yang lebih kondusif menjadi faktor pendukung turunnya tekanan inflasi.
Dari sisi kebijakan, upaya pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dinilai efektif. Berbagai langkah seperti operasi pasar, pemantauan harga, serta koordinasi antarinstansi berhasil menekan lonjakan harga secara signifikan.
Langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltim dengan implementasi strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif).
Pada aspek keterjangkauan harga, sampai dengan April 2026 TPID melaksanakan lebih dari 200 kegiatan gerakan pangan murah/operasi pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pada aspek ketersediaan pasokan, TPID mendorong penguatan pemantauan stok serta kesiapan pasokan komoditas strategis, termasuk melalui koordinasi dengan OPD teknis, BUMD pangan, dan pelaku usaha agar pasokan tetap memadai. Pada aspek kelancaran distribusi,
TPID terus memperkuat pengawalan distribusi antarwilayah, memperhatikan kelancaran rantai pasok, serta mengantisipasi potensi gangguan logistik yang dapat menimbulkan disparitas harga, khususnya untuk komoditas pangan segar. Pada aspek komunikasi efektif, TPID terus memperkuat koordinasi secara rutin serta penguatan strategi pemenuhan pasokan komoditas melalui pengembangan MANDAU Kaltim sebagai dukungan early warning dan percepatan tindak lanjut kebijakan di daerah.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah juga akan terus memperkuat sinergi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.( Or/Hms)
Sumber : Humas BI kaltim







Users Today : 20
Users Yesterday : 1378
Total Users : 1273181
Total views : 6303407
Who's Online : 10