
Samarinda,Lensaborneo.com-Menanamkan kecintaan terhadap rupiah tidak bisa dimulai ketika seseorang sudah dewasa. Justru, fondasi itu harus dibangun sejak dini—ketika anak-anak mulai mengenal uang, memahami nilai, dan membentuk kebiasaan. “Cinta Rupiah sampai ke hati anak-anak” bukan sekadar slogan edukatif, tetapi investasi jangka panjang bagi kedaulatan ekonomi bangsa.
Di era digital saat ini, anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang serba instan. Mereka mengenal uang bukan lagi dalam bentuk fisik semata, melainkan melalui angka di layar gawai. Tanpa pemahaman yang tepat, uang bisa kehilangan maknanya sebagai hasil kerja, alat tukar yang sah, dan simbol identitas negara. Di sinilah peran pendidikan menjadi sangat penting.
Sekolah dan keluarga perlu bersinergi dalam mengenalkan rupiah, bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai bagian dari jati diri bangsa. Mengenalkan pecahan uang, tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, hingga cerita sejarah di baliknya dapat menjadi cara sederhana namun bermakna. Anak-anak perlu tahu bahwa setiap lembar rupiah membawa nilai budaya dan perjuangan.
Lebih jauh lagi, pendidikan literasi keuangan harus disampaikan dengan cara yang relevan bagi anak. Mengajarkan menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan uang secara bijak adalah langkah konkret untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab. Ketika anak-anak memahami proses memperoleh dan menggunakan uang, mereka akan lebih menghargainya.
Gerakan ini juga harus didukung oleh lingkungan yang konsisten. Orang tua, guru, hingga masyarakat luas perlu memberi contoh nyata dengan menggunakan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri. Keteladanan adalah pendidikan paling efektif bagi anak-anak.
Jika sejak kecil anak-anak sudah memiliki rasa bangga dan percaya terhadap rupiah, maka di masa depan mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga penjaga stabilitasnya. Cinta rupiah yang tumbuh dari hati anak-anak akan menjadi kekuatan besar yang menjaga ekonomi bangsa tetap berdiri kokoh.
Karena pada akhirnya, masa depan rupiah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh generasi yang mempercayainya.
Dan tanpa henti bagian Perempuan dan anak PWI Kaltim ambil bagian menyampaikan dan memperkenalkan alat tukar rupiah dengan selalu mencintai rupiah di beberapa sekolah di Samarinda.









Users Today : 1876
Users Yesterday : 1378
Total Users : 1275037
Total views : 6307617
Who's Online : 28