Selasa, April 21, 2026
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
  • Redaksi
  • Legalitas
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
LensaBorneo.com
Advertisement
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
No Result
View All Result
Lensaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Opini & Publik
Perlu Bantuan, Santri Belajar dan Salat di Ruang Tidur

Perlu Bantuan, Santri Belajar dan Salat di Ruang Tidur

11/08/2021
in Advertorial, Berita Daerah, DPRD Kaltim, Kominfo Kutai Kertanegara, Kota Samarinda

LOA JANAN ILIR,LENSABORNEO.ID – Belum ada masjid, belajar pun di ruang tidur. Itulah kondisi Pondok Pesantren Darul Hanan yang berlokasi di Jalan Kurnia Makmur, Harapan Baru, Loa Janan Ilir, Samarinda. Lokasinya tidak jauh dari Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Pesantren yang didirikan sejak dua tahun lalu itu memang masih memprihatinkan. Berbekal tanah wakaf dari donatur sekitar setengah hektare, pesantren ini didirikan dalam kondisi apa adanya. Bahkan, di areal tanah tersebut ada bukit yang belum tuntas diruntuhkan.

“Bukitnya juga diwakafkan, tapi kami tidak punya alat berat untuk meratakan,” sebut pengasuh Pondok Pesantren Darul Hanan, Zulkarnain Agus Salim, BA kepada media ini.

Berbekal semangat, pondok pesantren ini sudah terima santri sejak tahun lalu. Para orang tua berani mempercayakan putra-putrinya, setelah melihat semangat para pengasuh yang bertekad membangun pesantren berkualitas.

Untuk sementara, para guru dan kepala pondok, menyewa rumah sederhana di dekat lokasi pondok. Begitu juga bangunan kelas, terpaksa ada yang sewa. Sisanya, dibangun ruang kelas sementara dari bahan kayu dan seng. Sepintas, bangunan yang digunakan mirip sarang burung walet. Yang penting siswa bisa tidur dan belajar, juga salat dan mengaji, meski apa adanya.

“Kalau malam, kasurnya disusun untuk tidur. Begitu pagi hari, dirapikan lagi untuk ruang kelas dan juga jadi tempat salat dan mengaji,” sebut Zulkarnain, pengasuh lulusan Islamic University of Madinah, Saudi Arabia.

Untuk pembelajaran, pesantren ini menggunakan metode terpadu modern. Perpaduan antara kurikulum pendidikan umum dan agama. Sehingga, akan memudahkan santri jika kelak ingin melanjutkan pendidikan tinggi ke jalur umum.

“Di sini sistem pendidikannya sama seperti sekolah umum, bukan kejar paket. Selebihnya pendidikan agama,” sebutnya.

Ia berharap, dengan keberadaan pesantren ini, menambah jumlah dan pilihan warga Kaltim yang ingin belajar di pondok pesantren. “Tidak perlu ke luar Kaltim lagi, bisa belajar di sini,” sambungnya.

Angkatan pertama lalu, pondok pesantren ini menerima 10 santri dan 7 santriwati. Sementara angkatan kedua, menerima 23 santri dan 16 santriwati. Harapannya, seiring perkembangan pesantren ini, diharapkan jumlah santri terus bertambah. Tentunya harus didukung sarana dan prasarana memadai.

Selain itu, salah satu pusat kegiatan sebuah pondok pesantren adalah masjid. Namun hingga kini, masjid di pondok ini baru berupa pondasi dan tiang beton yang masih menjuntai, belum berdiri tegak. “Pembangunannya terhenti, kami kehabisan dana,” ucapnya.

Rencananya, masjid utama ini dibangun dua lantai. Untuk lantai atas akan dikhususkan untuk santriwati, bagian bawah untuk para santri. Karena masjid belum ada, untuk salat terpaksa juga dilakukan di ruang kelas.

Bagi donatur yang ingin berdonasi dan mendukung perkembangan Pesantren Darul Hanan ini, bisa langsung ke Jl. Kurnia Makmur. RT. 024, Kel. Harapan Baru, Kec. Loa Janan Ilir, Kota Samarinda. Donasi juga bisa disalurkan ke Rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) eks Bank Syariah Mandiri (BSM) Nomor 7550-1201-99 atas nama Yayasan Darul Muhsinin Samarinda. Untuk nomor kontak yang bisa dihubungi Tammase (0821-5178-9588) dan Andi Abu Aisyah (0852-5052-9972).

Penulis : Endro Effendi

Editor : Redaksi 02


Berita Terkait

Wali Kota Samarinda Andi Harun Sampaikan Tausiah Jurnalisme Kenabian

Perumdam Tirta Kencana Samarinda Lakukan Pekerjaan Pergantian GATE VALVE DN 150 MM di Jalan DI Panjaitan

Tags: DPRD Prov Kaltim
Share197Tweet123
Previous Post

Kaltim Kebagian Program Benih Padi 33 Hektare

Next Post

Jumpa Pengurus PWI Kaltim, Ini Harapan Budisatrio Djiwandono

Next Post
Jumpa Pengurus PWI Kaltim, Ini Harapan Budisatrio Djiwandono

Jumpa Pengurus PWI Kaltim, Ini Harapan Budisatrio Djiwandono

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1253434
Users Today : 107
Users Yesterday : 2179
Total Users : 1253434
Total views : 6237838
Who's Online : 11

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
  • Legalitas
  • Berita Daerah
  • Nasional
  • Popular

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved