Selasa, Februari 17, 2026
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
  • Redaksi
  • Legalitas
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
LensaBorneo.com
Advertisement
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
No Result
View All Result
Lensaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Opini & Publik
Abdul Khairin Kritisi Penanganan Stunting di Samarinda, Dorong Pendekatan Menyeluruh

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Abdul Khairin,

Abdul Khairin Kritisi Penanganan Stunting di Samarinda, Dorong Pendekatan Menyeluruh

21/08/2024
in Advertorial, DPRD Samarinda

Lensaborneo.com- Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Abdul Khairin, mengungkapkan keprihatinannya terhadap penanganan stunting di Samarinda, yang dinilainya masih belum memadai.

Khairin menilai bahwa baik upaya dari Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Pemerintah Pusat dalam mengatasi stunting masih bersifat parsial dan tidak menyentuh keseluruhan aspek permasalahan.

Ia menyebutkan bahwa walaupun ada perhatian dari fraksi PKS terhadap isu stunting, penanganan yang ada saat ini masih terbatas pada program-program seperti pembagian telur.

“Stunting adalah isu yang harus ditangani sejak awal, yaitu sebelum kelahiran anak, dan harus melibatkan kesiapan calon pasangan dari segi usia dan kesehatan,” bebernya.

Khairin menegaskan pentingnya perhatian terhadap gizi ibu hamil, serta pemeriksaan kesehatan yang komprehensif sepanjang masa kehamilan, proses kelahiran, dan perkembangan anak.

Ia menyebut bahwa penanganan stunting seharusnya tidak dipandang sebagai proyek sederhana yang hanya berfokus pada distribusi bahan pangan seperti telur.

Meski demikian, Khairin mengapresiasi upaya Walikota Samarinda, Andi Harun, yang telah memulai program pembagian telur sebagai langkah awal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia berharap bahwa meskipun jumlah telur yang dibagikan masih terbatas, inisiatif ini dapat menjadi contoh dan memotivasi upaya-upaya berikutnya yang lebih komprehensif dalam penanggulangan stunting di Samarinda.

“Semoga kedepannya, program-program penanggulangan stunting bisa lebih terintegrasi dan memberikan hasil yang lebih substansial,” tandas Khairin. (Liz/adv)


Berita Terkait

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Resmi Buka SERAMBI 2026

PERESMIAN LIMA IPA, LANGKAH NYATA MENUJU 100 PERSEN PELAYANAN AIR BERSIH 2029

Share197Tweet123
Previous Post

Sani Bin Husain Tekankan Peran Pendidikan Politik dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Next Post

Celni Pita Sari Dorong Inisiatif Peningkatan Kesadaran Akan Bencana Kebakaran

Next Post
Celni Pita Sari Dorong Inisiatif Peningkatan Kesadaran Akan Bencana Kebakaran

Celni Pita Sari Dorong Inisiatif Peningkatan Kesadaran Akan Bencana Kebakaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1169177
Users Today : 1619
Users Yesterday : 887
Total Users : 1169177
Total views : 5954113
Who's Online : 14

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
  • Legalitas
  • Berita Daerah
  • Nasional
  • Popular

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved