Minggu, Januari 25, 2026
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
  • Redaksi
  • Legalitas
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
LensaBorneo.com
Advertisement
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • DPMPD Kaltim
    • Dispora Kaltim
    • DPRD Kaltim
    • DPRD Kutim
    • DPRD Samarinda
    • DPRD Kota Balikpapan
    • Kabupaten Berau
    • Kabupaten Kutai Barat
    • Kabupaten Mahakam Ulu
    • Kominfo Kutai Timur
    • KPID Kaltim
    • Kominfo Kaltim
    • Kominfo Samarinda
    • Kota Balikpapan
    • Kota Bontang
    • Kota Samarinda
    • Kominfo Kutai Kertanegara
  • Opini & Publik
No Result
View All Result
Lensaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Nasional
  • Berita Daerah
  • Opini & Publik
Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Tinggi Saat Pandemi, Ini Kata Anggota Komisi IV DPRD Kaltim

Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Tinggi Saat Pandemi, Ini Kata Anggota Komisi IV DPRD Kaltim

01/03/2021
in Advertorial, Berita Daerah, DPRD Kaltim, Kota Samarinda

Penulis : Handoko // Editor : Redaksi 02

Lensaborneo.id, Samarinda – Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan menjadi salah satu penyebab timbulnya potensi kekerasan pada anak dan perempuan. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Fitri Maysaroh.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi pada masyarakat penting dimaksimalkan guna mencegah munculnya kasus kekerasan pada anak dan perempuan.

Ditemui usai mengikuti rapat Banmus DPRD Kaltim, Fitri Maysaroh mengatakan, terkait permasalah tersebut, dirinya pernah melakukan diskusi dengan dinas terkait, termasuk dengan lembaga dan organisasi yang berkaitan kewanitaan dan anak. Ia menyebut, di masa pandemi COVID-19, banyak hal yang menjadi penyebab potensi kekerasan pada perempuan dan anak.

Namun dari banyak kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi, tidak terungkap, hingga menyebabkan potensi berulangnya kejadian.

“Saya pernah melakukan diskusi tentang ini dengan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan. Kita mengkhawatirkan kalau ini terjadi di luar perkiraan. Karena di masa pandemi, aktivitas bertemu jadi berkurang, tapi bukan berarti kejadian-kejadian yang mungkin bisa terjadi, tidak terjadi dan bisa jadi tidak terlaporkan, bisa jadi tidak terdengar oleh mereka kejadian yang ada. Artinya sejauh ini yang kami lakukan adalah senantiasa mengingatkan dinas terkait, dalam hal ini untuk terus melakukan edukasi ke masyarakat untuk melakukan pencegahan, dari hal yang tidak kita inginkan,” terangnya pada Senin (1/3/2021).

“Kita tetap melaksanakan satu penanganan ketika kasus terjadi, artinya pandemi bukan berarti menjadikan kita berhenti dari aktivitas sebelumnya,” timpalnya.

Legislatif dari fraksi PKS ini menekankan, melakukan edukasi ke masyarakat adalah salah satu upaya melakukan pencegahan dari hal-hal pemicu kekerasan pada perempuan dan anak.

Dirinya mengakui banyak kendala pada sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan tersebut, bukan hanya terkait anggaran penanganan yang terlalu minim tapi minimnya dukungan pemerintah juga ia sesalkan.

“Salah satu kendala yang dihadapi dinas-dinas kita adalah soal anggaran. Saya pribadi dari Komisi IV, sangat prihatin, kenapa Pemerintah sangat sedikit sekali menganggarkan dana untuk edukasi ke masyarakat. Jangankan untuk hal yang sifatnya lebih dari itu, mengedukasi untuk preventif saja belum banyak. Contohnya, di Balikpapan anggaran sosialisasi tentang pola asuh yang benar terkait kekerasan, kalau dihitung hanya sanggup melakukan sosialisasi sekitar 20 RT setiap tahunnya. Padahal di sana ada sekitar 1.600 RT. Itu pangkal masalahnya. Sehingga saya mendorong pemerintah sebagaimana kita fahami bahwa, kondisi baik dan buruknya anak, tidak terlepas dari keluarga untuk memahami,” pungkasnya.


Berita Terkait

Perumda Tirta Kencana Samarinda Sosialisasikan Penyesuaian Tarif Air Minum

BI Kaltim Bertemu Media, Paparkan Ekonomi Terkini

Tags: Humas DPRD Prov Kaltim
Share196Tweet123
Previous Post

Rapat Banmus DPRD Kaltim Bahas Usulan Raperda hingga Sosialisasi Perda

Next Post

Manajemen Aset Daerah Jadi Sorotan, Karangpaci Minta Pemprov Kebut Pembahasan

Next Post
Ditarget Terlaksana Februari, DPRD Kaltim Matangkan Persiapan Teknis Sosialisasi Perda

Manajemen Aset Daerah Jadi Sorotan, Karangpaci Minta Pemprov Kebut Pembahasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1116533
Users Today : 896
Users Yesterday : 1808
Total Users : 1116533
Total views : 5810941
Who's Online : 19

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Redaksi
  • INFO PRODUK
  • Pedoman Media
  • Legalitas
  • Berita Daerah
  • Nasional
  • Popular

© 2019-2024 Lensaborneo,com All Rights Reserved