Samarinda,Lensaborneo.com – Program BIMA ETAM terus menunjukkan konsistensinya dalam mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergiliran di seluruh kabupaten dan kota, sebagai upaya pemerataan akses pembiayaan dan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha di daerah.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bank Indonesia telah mendukung pengembangan Kampung Tenun Samarinda sejak tahun 2014 melalui berbagai program, antara lain pembinaan UMKM tenun dan produk turunannya, perbaikan galeri dan showcase UMKM, serta dukungan pada atraksi di Desa Wisata Kampung Tenun.
2026 dukungan tersebut dilanjutkan melalui penguatan program UMKM subsisten, UMKM hijau, dan UMKM pariwisata guna mendorong ekosistem usaha yang semakin tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Sepanjang pelaksanaannya, program BIMA ETAM telah diikuti oleh sebanyak 833 UMKM dari berbagai sektor usaha. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan pelaku UMKM terhadap dukungan pembiayaan dan pendampingan usaha.
Dari jumlah peserta tersebut, sebanyak 163 UMKM berhasil memperoleh akses pembiayaan produktif. Total penyaluran pembiayaan yang telah terealisasi mencapai Rp16,97 miliar, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas usaha serta memperkuat daya saing UMKM di Kalimantan Timur.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara berbagai pemangku kepentingan mampu memberikan dampak positif dalam memperluas akses keuangan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Or)
Sumber : Humas BI Kaltim









Users Today : 891
Users Yesterday : 1771
Total Users : 1242357
Total views : 6208574
Who's Online : 10