Samarinda,Lensaborneo.com– Dalam rangka mengendalikan praktik belanja dan konsumsi berlebih-lebihan (israf dan/atau mubazir) yang berpotensi terhadap kenaikan harga barang dan jasa secara berlebihan khususnya di momentum Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menggelar program Ulama Peduli Inflasi Tahun 2023 di Masjid Islamic Center Samarinda pada Hari Selasa, 28 Maret 2023.

Program Ulama Peduli Inflasi merupakan program persuasif dari TPID Kalimantan Timur untuk mengedukasi dan menghimbau masyarakat untuk berbelanja dan berjualan secara bijak khususnya di Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H melalui media dakwah kepada masyarakat.
Kegiatan ini merupakan berkolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kaltim, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Kalimantan Timur, dan Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur.
Kepala perwakilan Bank Indonesia Ricky P Ghozali, dalam sambutannya mengatakan tema kegiatan Ulama Peduli Inflasi saat Harga di Kalimantan beranjak naik. Peran Ulama sangat penting dalam masyarakat dikarenakan Ulama merupakan sosok yang dihormati karena keilmuan agamanya serta dapat menyampaikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih mudah dipahami sehingga diharapkan seruan berbelanja dan berjualan secara bijak dapat tersampaikan dengan baik.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh lebih dari 150 peserta termasuk para ulama, ustadz, ustadzah, guru mengaji, hingga penyuluh agama islam. Kegiatan ini disaksikan oleh undangan serta peserta yang mengikuti secara luring dan daring. Dengan adanya kegiatan Ulama Peduli Inflasi, diharapkan para Ulama dapat menyampaikan pesan-pesan mengenai berbelanja dan berjualan secara bijak dalam mimbar masjid maupun media lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, RBank Indonesia juga memberikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) melalui BAZNAS Kalimantan Timur dalam bentuk 250 paket sembako yang ditujukan kepada dai, guru mengaji, hingga pengurus masjid terutama yang belum memiliki penghasilan secara tetap.
Kegiatan ini antara lain di hadiri oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Bapak Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si., Pangdam VI Mulawarman, Bapak Mayjen Tri Budi Utomo, S.E., Kapolda Prov. Kaltim, Bapak Irjen. Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si., Kajati Kaltim, Bapak Hari Setiono, S.H., M.H., serta Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Bapak Nindya Listyo, S.E., M.E., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Bapak Ricky P. Gozali, Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Bapak Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd, dan Ketua MUI Kaltim, Bapak KH. Muhammad Rasyid
Selanjutnya, para Ulama menghimbau untuk memberikan ZIS (Zakat, Infaq, dan Sadaqah) serta himbauan terkait penggunaan non-tunai dalam bertransaksi. Disamping itu juga, para Ulama mendorong awareness masyarakat terhadap konsumsi barang-barang yang halal diutamakan yang telah memiliki sertifikasi halal.
Selanjutnya, Bank Indonesia bersama TPID Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya melakukan sinergi dalam rangka menjaga stabilitas harga di Provinsi Kalimantan Timur. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan Ulama Peduli Inflasi diharapkan menjadi upaya TPID Prov.(ony/adv)







Users Today : 1196
Users Yesterday : 1642
Total Users : 1266316
Total views : 6277763
Who's Online : 8